Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Dahlan Tidur di Rumah Petani Beralaskan Tikar

Dalam rangka kunjungan kerja, Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan antusias menginap dengan beralaskan tikar di rumah milik seorang petani di Dusun Seworan, Desa Triharjo, Wates, Kulonprogo, Yogyakarta, Rabu 28 Maret.

Dahlan tidak takut dengan anggapan tindakannya ini dianggap jual citra. "Kalau saya takut, saya tidak akan berbuat apa-apa. Kalau memang dibilang pencitraan, ayo ke sawah bareng-bareng sama saya, sama-sama mencitrakan diri," kata Dahlan di Yogyakarta, Kamis 29 Maret 2012.


Dahlan mengaku, menginap semalam di rumah warga untuk mengetahui kehidupan sehari-hari para petani.Hal itu dirinya lebih bisa merasakan secara nyata kehidupan warga desa.

"Saya tidur di sana karena desa itu dimulai Program ProBeras yaitu bagaimana meningkatkan produktifitas padi," ujar mantan pengusaha media massa dan direktur utama PLN itu.

ProBeras adalah program kerja sama BUMN dengan petani yang tidak mampu menggarap sawahnya secara maksimal. Petani menyerahkan lahannya ke BUMN, lalu BUMN akan mengurus lahan mulai dari bibit, pupuk, hingga obat-obatan. Sedangkan pemilik lahan atau petani akan dipekerjakan dengan imblan gaji.

Menurut Dahlan, Hadi Sumartoc(60thn) petani tempat ia menginap, hanya memiliki sawah seluas seperlima hektar dan mengikuti Program ProBeras."Mengenai hasilnya, saya tidak mau mendiskusikannya sekarang, karena kenyataanlah yang akan berbicara. Jadi tidak usah dibicarakan sekarang," katanya.
Kontroversi Soal Candi Borobudur tinggalan Nabi Sulaeman AS

Kontroversi Soal Candi Borobudur tinggalan Nabi Sulaeman AS



Seperti yang telah dilakukan oleh Lembaga Studi Islam dan Kepurbakalaan yang dipimpin oleh KH. Fahmi Basya, dosen Matematika Islam UIN Syarif Hidayatullah, menyatakan akan menggugat hak atas kepemilikan Candi Borobudur. Hal tersebut patut diapresiasi secara damai dan ce rdas dalam ruang antar argumen (ilmiah) yang sehat, bermoral dan terhormat.Tentu saja KH. Fahmi Basya tidak asal bicara dan beliau mempunyai data-data logis-rasional yang dapat dipertanggung-jawabkan secara ilmiah� dan itu merupakan HAK (bahkan kewajiban) bagi setiap kaum intelek, dengan demikian hipotesa KH. Fahmi Basya itu patut dihormati dan dihargai.
Maka demikian pula pendapat para pecinta negeri, putra-putri IBU PERTIWI � Indonesia Raya patut dihormati dan dihargai sebagai hipotesa cerdas yang sepadan dengan yang dilakukan olehLembaga Studi Islam dan Kepurbakalaan yang dipimpin oleh KH. Fahmi Basya.


Tulisan di bawah ini merupakan paparan dari saudara TSP yang telah saya sunting. Argumentasi logis yang layak untuk diapresiasi oleh kita semua sebagai bangsa NUSANTARA yang BERADAB, CERDAS DAN BERBUDAYA.

Ka'bah atau Kaba dibangun oleh Ibrahim (Abraham / Brahma) yaitu yang "menurunkan" bangsa Arab, merupakan 'rumah Allah' kemudian diyakini serta dijadikan pusat arah ritual shalat dan diputari tujuh kali dalam ritual tahunan sampai-sampai ada keyakinan bahwa mencium batu hitam dan mengusap dinding kaba akan mendapatkan tempat di surga.

Dikeluarkanlah uang jutaan Rupiah untuk datang dalam setahun sekali atau sekali dalam seumur hidup untuk berkumpul bersama mengelilingi Kaba dan melempari tonggak batu dan berkumpul di lapangan pasir tandus juga berlari hilir mudik di antara dua tempat, hal ini mirip ritualpaganisme. Mengelilingi kaba itu adalah tradisi dan budaya Qurais kuno sebelum kelahiran Muhammad juga 'lari-lari kecil' mondar-mandir antara dua tempat dan yang lainnya.


Allah berasal dari kata Lah (sesuatu, seseorang) kemudian ada 'ilah' (sesembahan) meminjam dari kalimat 'ilahinaas'. Kem udian 'ilah'dikawinkan denga 'al' (alif lam) sebagai perubahan predikat pelengkap keterangan menjadi 'subjek, kemudian menjadi kata Allah dengan artian 'Tuhan' (Tuha / Tua / Tao / Theo / Theis / Toa / Tau / Tho (yang artinya "sesepuh atau kokolot").

Pada waktu itu kaba di Mekah merupakan pusat penyembahan berhala antara lain adalah Hajar Aswad, Laata, Manaata, Uzza dan lain-lain. Menurut Hadits Shahih Bukhari 59:843, pada waktu itu bangsa Arab melakukan upacara ibadah haji dalam rangka penyembahan kelompok berhala yang 360 jumlahnya dengan cara melakukan thawaf, yaitu berjalan mengelilingi Kaba sebanyak 7 kali dalam keadaan telanjang bulat tanpa busana sambil bertepuk tangan.

Abu Hurairah mengatakan: Abu Bakar Siddik ditugaskan oleh rasulullah sebelumhaji wada untuk memimpin satu kaum pada hari Nahar melakukan haji, kemudia n memberitahukan kepada orang banyak, suatu pemberitahuan: Ketahuilah! Sesudah tahun ini orang-orang musyrik tidak boleh lagi haji dan tidak boleh thawaf di Kabadalam keadaan telanjang. Sebelum Islam, orang-orang musyrik Arab telah melakukan juga pekerjaan haji menurut cara mereka sendiri. Antara lain ialahthawaf di kaba dalam keadaan telanjang bulat sambil bertepuk tangan." ( Shahih Bukhari 8: 365 , 26:689)


Darimanakah ritual tawaf qudum ini berasal? Praktek mengambil 7 langkah yang dikenal sebagaiSaptapadi diasosiasikan dengan upacara perkawinan Hindu dan pemujaan api. Upacara puncak dalam perkawinan Hindu yang menggabungkan pasangan pengantin mengelilingi api suci sebanyak empat kali (tapi kemudian disalah artikan oleh nenek moyangnya Muhammad menjadi 7 kali). Mengingat "Makha" atau Mekah itu artinya API. Ketujuh tawaf itu membuktikan bahwa Mekah dahulunya dibangun sebagai pusat pemujaan Dewa Api.

Dalam melaksanakan ritual tersebut para penyembah berhala memakai pakaian yang disebutIhram yang dipakai untuk menutup tubuh dengan dua helai kain putih yang tidak dijahit, di mana sehelai diselubungkan di sekeliling bahu dan yang sehelai lagi diselubungkan di sekeliling pinggang. Sedangkan kepala, kedua belah tangan dan kaki tidak boleh tertutup. Pakaian ini jelas sekali adalah pakaian umat Hindu kuno dalam berziarah ke kuil mereka. Penggunaan pakaian tersebut dimaksudkan agar mereka datang dalam dalam keadaan putih bersih.

Para muslim yang terdahulu sebenarnya enggan berlari antara Shafa dan Marwah seperti kaum pemuja berhala lakukan; tapi Muhammad mengancam mereka untuk tetap melakukan ritual tersebut dengan menurunkan QS 2 : 158. (Sahih Bukhari 26: 706,710)


QS 2 : 158 Sesungguhnya Safa dan Marwah adalah se bahagian dari syi`ar Allah. Maka barang siapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber-`umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Dan barang siapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.

Mengenai Arab : Arabia itu adalah kata singkatan. Kata aslinya yang bahkan masih digunakan saat ini adalah Arbashtan, asal katanya adalah Arvasthan. Seperti dalam bahasa Sang-Sakerta, huruf "V" diganti jadi huruf "B" seperti pada kata devata menjadi debatakemudiana menjadi dewata.


Arva dalam bahasa Sangsakerta berarti "kuda". Arvasthan berarti "Tanah Kuda", dan kita tahu bahwa Arabia memang terkenal akan kuda2nya. Pusat ibadah yakni Mekah juga berasal dari bahasa Sangsakerta. Kata Makha dalam bahasa Sangsakerta berarti ? ??api persembahan". Karena penyembahan terhadap "Api Veda" dilakukan di seluruh daerah Asia Barat di jaman pra-Islam, dengan demikianMakha itu merupakan tempat yang memiliki kuil untuk menyembah api.

Hal ini secara jelas menunjukkan bahwa Jazirah Arab, jauh sebelum masa Islam, adalah jajahan dari Kerajaan India kuno. Menurut sejarah, para Maharaja Chandragupta (58 S.M. � 415 M.) atau Maharaja dinasti Bulan (Chandra) telah memperluas Kerajaan Hindu yang mencakup India, hingga jauh sampai keseluruh Teluk Arabia. Para Maharaja ini adalah pengikut setia dewa-dewi Hindu khususnya DewaShiva (dewa bulan-Allat) dan istrinya Dewi Dhurga (dewi bulan = Allah).


Para Maharaja mempersembahkan kepada dewa-dewa mereka bangunan-bangunan kuil diseluruh wilayah kerajaan mereka (di Saudi Arabia saja sedikitnya ada 7 kuil peninggalan mereka, termasukKaba yang dibangun dimasa Raja Vikramaditya masih berdiri sampai saat ini).

Bahkan setelah kerajaan Hindu ini runtuh, penduduk Arab masih percaya dan menyembah dewa-dewa itu dan mengagungkan kuil-kuil yang ada sampai datangnya masa Muhammad.

Naskah Raja Vikramaditya yang ditemukan di dalam Kaba di Mekah merupakan bukti yang tidak dapat disangkal bahwa Jazirah Arabia merupakan bagian dari Kekaisaran India dimasa lalu, dan dia yang sangat menjunjung tinggi Dewa Shiva lalu membangun kuil Shivayang bernama Kaba. Naskah penting Vikramaditya ditemukan tertulis pada sebuah cawan emas di dalam Kaba di Mekah, dan tulisan ini dicantumkan di halaman 315 dari buku yang berjudul `Sayar-ul-Okul' yang disimpan di perpustakaan Makhtabe-Sultania di Istanbul, Turki.


Inilah tulisan Arabnya dalam huruf latin:

"Itrashaphai Santu Ibikramatul Phahalameen Karimun Yartapheeha Wayosassaru Bihillahaya Samaini Ela Motakab beren Sihillaha Yuhee Quid min howa Yapakhara phajjal asari nahone osirom bayjayhalem. Yundan� blabin Kajan blnaya khtoryaha sadunya kanateph netephi bejehalin Atadari bilamasa- rateen phakef tasabuhu kaunnieja majekaralhada walador. As hmiman burukankad toluho watastaru hihila Yakajibaymana balay kulk amarena phaneya jaunabilamary Bikramatum". (Page 315 Sayar-ul-okul).

Terjemahan bahasa Indonesianya adalah:

Beruntunglah mereka yang lahir dan hidup di masa kekuasaan Raja Vikram. Dia adalah orang yang berbudi, pemimpin yang murah hati, berbakti pada kemakmuran rakyatnya. Tapi pada saat itu kami bangsa Arab tidak mempedulikan Tuhan dan memuaskan kenikmatan berahi. Kejahatan dan penyiksaan terjadi di mana2. Kekelaman dosa melanda negeri kami. Seperti domba berjuang mempertahankan nyawa dari cakaran kejam serigala, kami bangsa Arab terperangkap dalam dosa. Seluruh negeri dibungkus kegelapan begitu pekat seperti malam bula n baru. Tapi fajar saat ini dan sinar mentari penuh ajaran yang menyejukkan adalah hasil kebaikan sang Raja mulia Vikramaditya yang pimpinan bijaksananya tidak melupakan kami yang adalah orang2 asing. Dia menyebarkan agamanya yang suci diantara kami dan mengirim ahli2 yang cemerlang bersinar bagaikan matahari dari negerinya kepada kami. Para ahli dan pengajar ini datang ke negeri kami untuk berkhotbah tentang agama mereka dan menyampaikan pendidikan atas nama Raja Vikramaditya. Mereka menyampaikan bimbingan sehingga kami sadar kembali akan kehadiran Tuhan, diperkenalkan kepada keberadaanNya yang suci dan ditempatkan di jalan yang Benar."

Istilah Kaba sendiri berasal dari kata Sangsakerta, Gabha (Garbha + Graha) yg berarti Sanctum(tempat suci). Kitab suci Weda Harihareswar Mahatmya menyebut bahwa jejak kaki Dewa Wisnudisucikan di Mekah. Bukti akan fakta ini adalah bahwa Muslimmenyebut kuil ini Harram yang merupakan penyesuaian dari kata Sangsakerta, Hariyam, yaitu tempat Dewa Hari alias Dewa Vishnu. Jejak kaki Vishnu disucikan di tiga tempat suci: GayaMekah dan Shukla Teertha. Mengukir jejak kaki macam itu merupakan adatWeda yang dicontek Muslim. Muslim menganggap bahwa ukiran jejak kaki ini disejumlah mesjid dan tempat2 suci Muslim diseputar dunia adalah jejak kaki Muhammad ! Di luar kuil hindu, biasanya juga terdapat singgasana Dewa Brahma, oleh karenanya di Mekah, singgasana Brahma itu dianggap sebagai makam Ibrahim (Abraham / Brahma).


Tradisi Hindu lainnya yang masih berhubungan dengan Kaba adalah sungai Gangga, menurut tradisi Hindu, Gangga tidak dapat dipisahkan dari lambang Dewa Shiva sebagai bulan Sabit, dimanapun lambang S< em>hiva (bulan sabit) disitu pasti juga terdapat Gangga, fakta dari persatuan tersebut terdapat di dekat Kaba. Airnya dianggap keramat karena secara tradisional sudah dianggap sebagai Gangga sebelum Islam (yaitu Zam-zam). Bahkan hingga hari ini, para peziarah Muslim yang menyaksikan Kaba untuk haji memandangZam-zam ini dengan penghormatan hingga menaruhnya kedalam botol sebagai Air keramat bagi mereka, sama seperti yang dilakukan umat Hindu India terhadap kesucian sungai Gangga.


PENUTUP

Yang harus dikritisi sekarang dari sisi Islam di Nusantara adalah sikap fundamentalisme yang salah kaprah mendirikan syariat Islam di bumi NKRI, pemaksaan kehendak dengan dalil 'jihad'guna mendapatkan tempat di surga, dengan iming iming 72 bidadari. Seharusnya kesadaran Islam sebagai 'rahmat lil alamin' jangan dirusak dengan penistaan kemanusiaan mengumbar sesat-murtad-kafir dan merusak tatanan sosial setempat (adat dan budaya), HARMONI IN PROGRESIO.

Damai selalu� Nusantara Agung � Indonesia Raya

Rahayu� Rahayu� Rahayu�!

KOMENTAR PEMRED BAYT AL-HIKAMH INSTITUTE (Ahmad Yanuana Samantho).

" Hal di atas bisa jadi bahan renungan dan memotivasi kita bangsa Nusantara untuk lebih giat meneliti dan mengungkap sejarah peradaban bangsa Nusantara secara lebih intensif, komprehensif dan holistik-integral. Masih banyak rahasia dan misteri yang belum terungkap.


Selain KH Fahmi Basya yang mengatakan bahwa Borobudur dan Ratu Boqo/Ratu Bilqis ada kaitannya dengan Nabi Sulaeman, ada juga referensi lain yang malah lebih dahsyat lagi tentang Warisan Emas Nabi-Raja Sulaeman dan Ratu Bilqis serta Kekayaan Para Sul;tan Nusantara yang dirampok oleh para Bankir pendiri World Bank dan IMF.. Berikut file Pdfnya ttg Sejaran Uang dan Bank di Dunia.

Betal Boyz Blog
Jejak Purba di Maros Sulsel dalam Ancaman Tambang

Jejak Purba di Maros Sulsel dalam Ancaman Tambang


Bukti sejarah yang ada di dalam gua Karts (Foto: Andi A/okezone)

Bukti sejarah yang ada di dalam gua Karts

Kawasan kars Maros Pangkep meliputi areal sejumlah 40 ribu hektare. Kawasan itu membentang pada dua kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep. Sebanyak 20.000 ha ditetapkan masuk dalam kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul).
"Karst adalah hutan yang tumbuh di atas batuan karbonat yang terbentuk di lingkungan laut dangkal, batuan itu mengalami pengangkatan dari permukaan laut sehingga mengalami proses pelarutan oleh air hujan yang akhirnya membentuk topografi unik. Kars terbentuk dalam rentang puluhan ribu hingga jutaan tahun," tutur Kepala Laboratorium Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin,Prof essor Amran Achmad.

Sesuai keputusan Menteri Energi Pertambangan Nomor 1456/K/20/MM/2000 tentang Pedoman Pengelolaan Kawasan Karst, kawasan karst Maros Pangkep dibagi dalam tiga kelas. Kelas itu adalah kelas I, kelas II dan kelas III. Masing-masing kelas memiliki kriteria khusus.

Kelas satu memiliki kriteria satu atau lebih antara lain mempunyai fungsi sebagai penyimpan air tanah permanent, mempunyai gua-gua dan sungai bawah tanah aktif, serta mempunyai kandungan flora dan fauna khas.

Sedangkan kawasan karst kelas dua kriterianya memiliki fungsi penambah air bawah tanah, mempunyai gua-gua kering dan menjadi tempat tinggal fauna yang memberi nilai dan manfaat ekonomi. Terakhir kawasan kars kelas III tidak memiliki kriteria satu dan dua.

Kepada Okezone, Professor Amran Achmad gamblang mengatakan beberapa bagian kawasan kars sudah ditambang sebelum penunjukan TN Babul. Amran mengaku ikut menentukan kawasan mana yang masih bisa dit ambang saat penunjukan itu.

"Saya ikut menentukan petanya. Saat itu ada Semen TS, Semen BS, kami keluarkan dari TN babul. Karena itu masih ada 20 ribu ha yang tidak masuk kawasan," jelasnya.

Dosen Unhas itu menegaskan, keharusan semua areal karst Maros Pangkep masuk dalam kelas satu. Pasalnya, hampir setiap bukit kapur di kawasan itu memenuhi kriteria kelas satu.


"Seharusnya semua lahan di kawasan itu masuk lahan konservasi, tapi pihak konservasi juga harus mendukung pembangunan yang lain. Jika dalam lahan di luar Babul yang memiliki nilai sejarah dan budaya, maka areal itu tidak bisa ditambang sedikitpun sehingga harus dilestarikan," ujar dosen Unhas itu.

Sementara itu Kepala Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Makassar, Muhammad Said, membenarkan adanya situs dan cagar budaya dalam areal kars Maros Pangkep.

"Situs dan cagar budaya di kawasan kars Maros Pangkep berasal dari zaman Megalitikum. Za man itu berkisar antara 10 ribu sampai 3.000 tahun sebelum Masehi. Mesolitikum adalah masa di mana manusia mulai berburu dan tinggal di gua-gua," jelasnya.

BP3 Makassar mencatat, setidaknya 120 gua yang tersebar pada kawasan bukit kapur itu sudah diidentifikasi sebagai peninggalan cagar budaya dan situs. Menurut Said, walaupun tidak berada dalam kawasan konservasi, gua dan kawasan kars yang ditempati situs tidak boleh ditambang.

Said memaparkan, situs merupakan tempat ditemukannya sisa-sisa manusia purba di sana, biasanya itu berupa gua. Sedangkan benda yang ada dalam situs disebut cagar budaya.

"Contohnya yang di Gua Leang Leang (Bantimurung, Maros). Di sana ada gambar telapak tangan dan gambar anoa. Warnanya merah, itu tidak boleh ditambang. Itu akan merusak situs dan cagar budaya yang ada," tegasnya.

Said mengemukakan, pihaknya sudah mengidentifikasi kawasan kars Bulu' Barakka' sebagai situs dan cagar budaya. Pihak nya menetapkan adanya zonasi situs pada kawasan kars Maros Pangkep.

"Jika ada yang melanggar, maka dia melanggar Undang Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya," ucap Said.

Sebelumnya saat berkunjung ke Bulu' Barakka', Okezone menemukan puluhan bahkan ratusan lukisan di dinding dan atas gua-gua yang ada di sana.


Okezone juga mendapati gambar dengan berbagai gambar, seperti gambar telapak tangan, gambar pedang, gambar perahu, gambar orang, dan beberapa gambar lainnya.

Daeng Rumpa (65), salah seorang warga Rammang Rammang yang mengiringi Okezone bercerita. Dirinya pernah mencuci dinding gua dengan air dan sabun.

"Saya marah awalnya. Saya kira anak-anak (para penggiat alam bebas) yang datang yang menulis di dinding ini, ternyata tulisannya tidak bisa hilang padahal sudah kucuci pakai sabun," imbuh Daeng Rumpa.

Bersama WALHI Sulsel dan para aktivis lingkungan dari daerah ini, Anggo ta Kelompok Pencinta Alam Tapak Rimba Nusantara Maros Muhammad Ikhwan aktif mendata situs dan cagar budaya di kawasan kars Maros Pangkep.

Dia mengungkapkan, pada salah satu gua di kedalaman sekira 20 meter di bawah tanah terdapat tulisan Lontarak (aksara khas Bugis Makassar, red). Tulisan Lontarak itu berwarna coklat dengan tulisan tiga nama orang.

Di sampingnya terdapat lukisan telapan tangan seperti yang terdapat di Gua Leang Leang.

"Di setiap cekungan gua, terdapat puluhan lukisan di atas dan dinding gua. Kalau dihitung seksama dari satu gua ke gua lainnya, bisa lebih dari 500 gambar. Itupun masih ada gua yang belum bisa disusuri karena pintu masuknya cukup sulit, "jelas Ikhwan.


Betal Boyz Blog

Top